
kuliah gue yang satu ini menarik banget. kira2 Mr. Bambang -yang hobi bgt bilang “bukan begitu?” setiap kali selesai ngomong apapun- waktu itu cuma ngejelasin selama 2 menit. but it was really2 awesome.
kata Mr. Bambang bangunan di India yang namanya Lotus Temple ato nama lainnya .. -gue lupa, memakai struktur bangunan yang meniru bentuk struktur di alam. Dan jika dilihat dari bentuknya, jelas itu Teratai atau Lotus. (ga mungkin kan bunga bangke?)
Lotus Temple, ingin mencontoh kelopak bunga teratai. Kelopak bunga pada umumnya berbentuk lengkung keatas. Meskipun tanpa ada tulang yang menyangga, kelopak tetap sanggup menahan beban angin yang menimpanya.
Konsep inilah yang diambil oleh arsitek Lotus Temple atau barangkali bisa saja arsitek Sidney Opera house.
Namun, karena rancangan Illahi itu bener-bener ga bisa ditiru njiplak abis, makanya manusia membuat tiruan bentuk kelopak bunga dengan memberi tulangan (rib) atau tekuk an di tengah2 “kelopak” tersebut -sejauh ini gada bangunan sangat tinggi yang mampu berdiri tanpa tulangan atau struktur pengkaku-.
analogi nya seperti kertas. sehelai kertas yang dibedirikan lalu ditiup2 pake mulut atau kipas angin, tentu akan goyah dan jatuh. Lain halnya jika kertas itu dilipat dulu baru ditegakkan, atau ditekuk sehingga kaku dan bisa berdiri tegak. untuk menjatuhkannya, tentu perlu disentuh dan didorong.
nah, jadi deh kelopak bunga tiruan yang ukurannya sangat raksasa. rib atau tulang rusuknya dibuat untuk mengkakukan struktur agar kokoh.
Dia sudah mengajarkannya di alam ..
“Bukan begitu?”, Mr. Bambang said.

